9 Feb 2026 - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan perang habis-habisan melawan korupsi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut korupsi sebagai penyakit berbahaya yang dapat menghancurkan negara jika tidak ditangani secara tegas. Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi selalu diikuti perlawanan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum yang konsisten. Presiden juga menggunakan istilah "kelompok garong" untuk menggambarkan pihak-pihak yang menghambat proses pemberantasan korupsi dan menyerang balik setiap inisiatif reformasi.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah-langkah tegas dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan kekayaan negara. Ia menekankan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa untuk mendukung upaya tersebut demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan efektif. Sebelumnya, pada Desember 2025, pemerintah telah menyerahkan hasil penyelamatan keuangan negara senilai lebih dari Rp6,6 triliun sebagai bagian dari komitmen tersebut.
Pernyataan Presiden ini disampaikan dalam konteks memperkuat komitmen nasional terhadap pemberantasan korupsi, sekaligus merespons tantangan yang dihadapi dalam proses penegakan hukum. Pemerintah menegaskan bahwa perang melawan korupsi akan dilakukan tanpa pandang bulu dan menjadi prioritas utama dalam menjaga keberlangsungan pembangunan nasional.
Prabowo Tegaskan Perang Habis-habisan Lawan Korupsi di Indonesia
Arumi Nasha Razeta
08 February 2026 18:08 WIB
Update: 09 February 2026 02:14 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
korupsi
prabowo
pemerintah
pihak
perang
di
presiden