25 Jan 2026 - Sorotan publik mengemuka terhadap pernyataan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali yang mulai mempromosikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon presiden pada 2029. Pernyataan itu menuai respons beragam, mulai dari dukungan hingga kritik tajam terkait kesiapan dan prioritas pemerintahan saat ini.
Ahmad Ali menilai Gibran memiliki modal politik kuat, termasuk pengalaman strategis sebagai Wakil Presiden, yang membedakannya dari tokoh muda lain. Ia juga menilai posisi Gibran yang relatif independen dari struktur partai tertentu dapat menjadi nilai tambah bagi pemilih muda. Namun, respons publik di media sosial justru diwarnai kritik. Sejumlah warganet menyoroti janji-janji kampanye yang dinilai belum terpenuhi, seperti terkait lapangan kerja, dan mempertanyakan fokus elite politik yang dianggap terlalu cepat membicarakan pemilu berikutnya. Beberapa komentar menilai wacana ini mengabaikan berbagai masalah bangsa yang sedang dihadapi.
Wacana pencalonan Gibran muncul dalam dinamika politik nasional yang mulai bergerak lebih awal menyongsong Pemilu 2029. Putusan Mahkamah Konstitusi tentang ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) nol persen untuk pemilu tersebut dinilai semakin membuka peluang bagi tokoh baru dan kandidat alternatif. Kondisi ini memancing partai politik untuk mulai mempersiapkan figur lebih dini, termasuk mengevaluasi posisi kader potensial mereka di tengah peta koalisi yang bergerak cepat. Meski demikian, sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Gibran Rakabuming Raka maupun istana mengenai rencana pencalonannya pada 2029.
Respons Publik atas Potensi Capres 2029 dari Wapres Gibran Rakabuming
Arumi Nasha Razeta
25 January 2026 16:35 WIB
Tentang Penulis
Arumi Nasha Razeta
Administrator di Berita Trending
Kata Kunci
gibran
2029
mulai
presiden
politik
respons
publik